Media belajar Islam – Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Sunni Salafiyah

Aqidah golongan yang selamat – al Firqah an-Najiyah

Archive for the ‘Sekte Salafy-Wahabi (Warning)’ Category

SEJARAH TIMBULNYA FAHAM WAHABIYAH DAN BERDIRINYA KERAJAAN SAUDI ARABIA

leave a comment »

(Persekongkolan Yahudi untuk memecah-belah dan melemahkan Islam dengan dalih “Pemurnian Akidah Tauhid”)
➖➖➖〰➖➖➖
Apa itu Wahabiyah (Wahabi)?
Wahabi merupakan satu faham yang didirikan oleh Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Faham ini dinisbatkan kepada nama bapaknya (Abdul Wahab) sebagai nama ajarannya yaitu Wahabiyah. Tidak dinisbatkan kepada namanya sendiri sebagai Muhammadiyah. Ini sebagai ijtihad ulama agar supaya umat Islam tidak keliru dengan ajaran Islam sebenarnya dari Nabi Muhammad SAW.
Ibnu Abdul Wahab lahir tahun 1701 di kampung Uyainah, Najd, Arab Saudi, seorang yang lemah pikir dan gagap. Ayah dan kakaknya menganggap dia sebagai orang tak sadar (tidak siuman). Ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Dia sangat terpengaruh oleh ajaran Ibnu Taimiyah yang jadi landasan ajaran mujasimah. Dia mengembara dan belajar di Basrah berguru kepada Syaikh Muhammad Al Majmu’i alias Mr. Hempher seorang orientalist dan intel Yahudi dari Inggris. Hempher adalah seorang pakar ilmu Islam dan fasih berbahasa Arab, Turki, Persia dan telah lama mempelajari Islam di Turki dan Irak. Hempher menyuap Ibnu Abdul Wahab dengan hadiah kawin mut’ah dengan 2 orang intel perempuan Yahudi yang menyamar sebagai muslimah, bernama Safiadi Isfahan dan Asiadi Siraj. Maka dengan mudah Yahudi mengatur dan mengontrol Ibnu Abdul Wahab semau-maunya dan mengajarkan faham baru dalam Islam. Dengan ajaran baru itu Ibnu Abdul Wahab kembali ke kampungnya, namun ditentang dan diusir ayahnya serta kakaknya. Firasat ayah dan guru-gurunya ternyata benar. Ayahnya memberi peringatan khusus kepadanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, seorang ulama besar Sunni dari Mazhab Hambali sampai menulis buku bantahan dengan judul “As sawa’iqul ilahiyah fir Raddi alal Wahabiyah”(Beberapa dasar ketuhanan dalam mengembalikan ajaran Wahabiyah). Tidak ketinggalan pula gurunya di Madinah Syaikh Sulaiman Al Kurdi As Syafi’i menulis surat memberi nasihat: “Wahai Ibnul Abdi Wahab, aku menasihatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin. Jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawasuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir. Kau tidak bisa mengkafirkan As Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) di antara kaum muslimin, karena jika demikian engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan kaum muslimin.”
Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaannya semakin luas. Kedua nya bekerja sama memberantas tradisi yang dianggap keliru dalam masyarakat Arab seperti tawasul, ziarah kubur, maulid Nabi SAW, dan lain-lain.

KERJASAMA YAHUDI KELUARGA AL-SAUD DAN GOLONGAN WAHABI MEMBENTUK KERAJAAN ARAB SAUDI.
Setelah diusir ayahnya, Ibnu Abdul Wahab terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd. Perjuangan Ibnu Abdul Wahab itu dipantau terus oleh Hempher dan mendapat dukungan dana dari pemerintah Inggris, yang telah berhasil memecah belah umat Islam di berbagai daerah jajahannya dengan membentuk aliran sesat seperti Ahmadiyah di India dan Pakistan, Baha’i di Iran. Ajaran Ahmadiyah sengaja diciptakan untuk menghilangkan semangat jihad muslimin di India dan Pakistan dengan membuat nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Written by SunniAswaja

December 18, 2017 at 2:03 am

MENJAWAB TUDUHAN WAHABI TENTANG KAFIR NYA ORANG TUA RASULULLAH saw.

leave a comment »

MENJAWAB TUDUHAN WAHABI TENTANG KAFIR NYA ORANG TUA RASULULLAH saw.

Berkata Imam Ibnu Hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:

لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
“Senantiasa dalam rahasia alam ini* engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan”

firman Allah SWT:

وتقلُّبَك فى السَّاجدين
“dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).

Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam.
Dan sabda Nabi Muhammad Saw:

لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات
(رواه ابو نعيم عن ابن عباس)

“Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih.”
(HR abu Naim dari Ibnu Abbas , kitab tafsir al-munir azzuhaily 19/239)

Imam Ja’far al-Shadiq pernah ditanya mengenai maksud kalimat ‘perpindahanmu di antara orang-orang yang sujud’ ? Beliau menjawab : ‘Diperhatikannya perpindahan nur Muhammad dari sulbi para nabi, hingga ia dikeluarkan melalui sulbi ayahnya dengan pernikahan yang tidak tercemar sedikitpun oleh kekotoran’.

Dalam kitab al-Ghuror karangan al-Imam Muhammad bin Ali bin alwi al-Khirrid diriwayatkan bahwa Nur Muhammad telah diciptakan dua ribu tahun sebelum diciptakannya nabi Adam, Kemudian Allah menciptakan Adam dan memindahkan nur itu ke dalam sulbi Adam, dari sulbi Adam berpindah ke sulbi Nuh, sulbi Ibrahim hingga akhirnya sampai ke sulbi Abdul Muthalib. Kemudian nur tersebut terbagi menjadi dua, dua pertiga bagian berada di sulbi Abdullah yang melahirkan Rasulullah, dan sepertiga bagian berada di sulbi Ali bin Abi Thalib. Dari Rasulullah, nur tersebut berpindah kepada Fathimah. Dari nur yang berada pada Ali bin Abi Thalib dan Siti Fathimah maka lahirlah al-Hasan dan al-Husein yang diciptakan dari nur Muhammad, nur Allah swt.

Dari Ibnu Fari, ia berkata : Sesungguhnya makhluq yang pertama diciptakan oleh Allah swt itu adalah nur Muhammad, sebagaimana hadits :

أَوَّلُ مَا خَلَقَ الله تَعَالَى نُوْرِي

“Sesungguhnya yang pertama dijadikan Allah swt ialah cahayaku”.

Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar mazhab Maliki pernah ditanya:

Bahwa ada orang yang mengatakan orang tua Nabi Saw di neraka. Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan; “Terlaknat orang yang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulullah, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina” ( Al-Ahzab 57).

Written by SunniAswaja

March 9, 2017 at 1:56 am

Ustad Wahabi Bilang Boleh Menggauli Budak Tanpa Nikah

leave a comment »

Ada seorang Ustad muda (ustad Wahabi – Khalid Basalamah) bilang bahwa boleh menggauli budak tanpa nikah (zinah) sebab Nabi pernah menggauli budak tanpa nikah di antaranya Mariya Qibtiyah dari Mesir. Ada di Al Qur’an. Ini hukum Allah, katanya.

Pengikutnya pun manut taqlid buta. Ustad ini dalam ilmunya. Mujahid Dakwah, katanya. Padahal ustad muda tsb justru membuat jelek Nabi Muhammad SAW. Membuat buruk citra Islam. Apa? Orang Islam boleh menggauli / memperkosa budaknya di luar nikah? Ada BUDAK SEKS dalam Islam? Islam jadi tertawaan. Orang2 kafir pun menyebar video ustad tsb. Bukan untuk Dakwah Islam. Tapi menghancurkan Islam.

Padahal jika kita mempelajari Al Qur”an secara menyeluruh tidak begitu. Apalagi jika paham ayat2 Nasikh dan Mansukh. Begitu pula dgn sejarah Nabi:

Ayat di bawah memerintahkan kita untuk menikahi budak dan memberi mas kawin. Akhlaq Nabi itu Al Qur’an. Jadi Nabi menikahi mereka, memerdekakan mereka, dan memberi mas kawin. Tidak ada BUDAK SEKS dalam Islam di mana kita bebas menzinahi / memperkosa budak kita:

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰـتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِ ؕ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ ؕ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ ؕ فَاِذَاۤ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَ تَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِ ؕ ذٰ لِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ؕ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ؕ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu NIKAHILAH mereka dengan izin tuannya dan BERILAH MEREKA MAS KAWIN yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina, dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 25)

Baca An Nisaa’ ini jangan berenti di ayat 3. Baca juga ayat 4 nya. Di situ ada perintah untuk menikahi mereka (termasuk budak). Perintah LA TAQROBU ZINA itu berlaku umum. Jangan ngeles oh saya tidak zinah, dia itu Budak Seks saya. Ini bikin malu Islam. Bikin orang jauh dari Islam.

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ؕ ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْا
“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 3)

Allah SWT berfirman:

وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ؕ فَاِنْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْٓـئًـا مَّرِیْٓـــٴًﺎ
“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 4)

Dalam nikah itu ada ijab qabul / serah terima. Nah Mariyah Al Qibtiyah ini resmi dihadiahkan oleh Raja Mesir Muqawqis kepada Nabi. Ini lambang persahabatan. Jika menolak, bisa pecah perang. Nah Nabi menerimanya. Memerdekakannya dan menikahinya. Rakyat kedua negara jadi saksi. Jadi bukan ada budak/TKW dikamar main zinahi saja padagal suami dan anak2 mereka menunggu di Indonesia.

Ayat di bawah memerintahkan kita untuk menikahkan para jomblo, baik yang merdeka mau pun budak. Jadi jangan mentang2 budak akhirnya bebas dizinahi. Zinah itu Haram. DOSA. Ini pengetahusn dasar.

Allah SWT berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَآئِكُمْ ؕ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur: Ayat 32)

Lihat ayat di bawah. Jangan karena mereka budak, kita paksa jadi pelacur termasuk melayani nafsu kita:

Allah SWT berfirman:

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْـكِتٰبَ مِمَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا ۖ ۙ وَّاٰ تُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْۤ اٰتٰٮكُمْ ؕ وَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَآءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّـتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ؕ وَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.”
(QS. An-Nur: Ayat 33)

Dalil dalil Al Qur’an di atas jelas. Jangan cuma di kerongkongan. Tapi harus dipahami dan diamalkan. Tidak boleh kita membacs Al Qur’an sepotong2. Mengingkari ayat2 yg menjelasksn kita harus menikahi budak sebelum menggauli mereka. Apalagi mendekati zina saja sudah haram:

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ؕ وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’: Ayat 32)

Source:Agus Nizam

Written by SunniAswaja

March 9, 2017 at 1:49 am

Siapa Mayoritas Ahlusunnah Wal Jamaah

with one comment

SIAPA AHLUSSUNNAH WAL-JAMA’AH?

WAHABI: Mengapa Anda tidak mengikuti aliran ajaran tauhid yang disebarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi? Itu tauhid yang bagus dan sesuai dengan Ahlussunnah Wal-Jamaah.

SUNNI: Kami mengikuti tauhid yang diikuti oleh mayoritas umat Islam Asy’ariyah dan Maturidiyah. Kelompok mayoritas lah yang lebih layak menyandang nama Ahlussunnah Wal-Jamaah. Kelompok Anda minoritas.

WAHABI: Mana dalil Anda, bahwa Ahlussunnah Wal-Jamaah itu harus mayoritas?

SUNNI: Dalam sekian banyak hadits, umat Islam diwajibkan mengikuti golongan al-jama’ah. Kata al-jama’ah dalam hadits-hadits tersebut mengacu pada arti al-sawad al-a’zham (mayoritas umat Islam), dengan artian bahwa Ahlussunnah Wal-Jama’ah adalah aliran yang diikuti oleh mayoritas umat Islam. Pengertian ini, sesuai dengan dua hal.

Pertama; makna jama’ah secara kebahasaan, yaitu sekumpulan apa saja dan jumlahnya banyak (‘adadu kulli syay’in wa katsratuhu). (Lihat: Ibnu Manzhur, Lisan al-‘Arab, juz 8, hal. 53; dan al-Zabidi, Taj al-‘Arus min Jawahir al-Qamus, juz 1, hal. 5167.).

Kedua; hadits-hadits shahih mewajibkan umat Islam mengikuti golongan mayoritas. Hadits-hadits tersebut antara lain:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه يَقُولُ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: إِنَّ أُمَّتِيْ لاَ تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ اِخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ اْلأَعْظَمِ. (حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ بِطُرُقِهِ).

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.”
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 4:24 pm

Katakanlah dengan Bangga: *“Ana Wahabi Why Not?”*

leave a comment »

Dulu semasa hidupnya Gus Dur pernah bilang bahwa kaum Wahabi adalah kaum yang minder, dan itu ternyata benar adanya. Karenaminder, mereka sekarang tidak berani berdialog tentang hal-hal kontroversial yang dibuatnya sendiri secara terbuka yang ditonton oleh banyak orang. Kalau terpaksa nekad, mereka akan jadi bahan tertawaan di forum-forum diskusi atau debat karena seringnya mereka terjebak oleh katan-kata dan pernyataannya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam Debat Terbuka NU – Wahabi, anatara Wakil Wahabi Ustadz Muamal Hamdi berhadapan dengan anak-anak muda NU Jember. Sang Wakil Wahabi ketika itu membuat pernyataan yang sangat lucu khas Wahabi, yaitu dia bikin istilah “MUKMIN MUSYRIK”. Jelas ini ngawur tanpa landasan dalil apapun, baik dari Al Qur’an, Al Hadits, Al Atsar ataupun perkataan ulama. Akhirnya debat tersebut ditutup karena tidak layak dilanjutkan. Hal-hal jahil khas Wahabi ini juga bisa kita lihat dalam mudzakaroh antara Buya Yahya dengan seorang Profesor Wahabi di Cirebon. Profesor ini jugadi-KO oleh Buya Yahya ketika saling adu argumentasi persoalan Tawassul yang dianggap syirik oleh wahabi. Begitu juga ketika Buya Yahya meng-KO Ustadz Ahmad Thoharoh, ustadz Wahabi ini tidak berani lagi muncul untuk mudzakaroh sesi berikutnya di TV Cirebon.
Demikianlah terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu tentang KO-nya wakil-wakil Wahabi dalam ajang diskusi atau debat Terbuka. baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Hal ini semakin membuat mereka minder dalam pergaulan sesama muslim di dunia. *Mereka semakin tidak PEDE menyandang sebutan Wahabi*, sehingga mereka mengucilkan diri dalam kelompok-kelompok kecil dan menghindari pergaulan sesama muslim. Itulah kenyataannya, baik Di Indonesia, Malaysia, Australia, Afganistan, Pakistan, dll, bahkan di Arab saudi sendiri.
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 3:57 pm

Perbedaan Aswaja Dengan Wahabi (Salafy)

with 2 comments

wahabi2Mungkin org org yang awam tidak begitu menyadari perbedaan besar antara akidah yang dijalani Ahlusunnah wal jamaah dengan Akidah Ala wahabi. Sehingga sebagian diantarnya ada yang berhujah dengan keduanya karna tidak bisa membedakannya dan akibatnya..terjadi kerancuan bahkan menimbulkan kesalah pahaman yang makin besar.org org semacam ini..hanya mengikuti saja pendapat sebagian org tanpa berfikir jauh jika ada hal yang salah dalam pemahamnnya.

Lucunya lagi ada yang mengaku Ahlusunnah wal jama`ah..namun apa yang ia sampaikan..justru paham paham wahabi. Ada pula wahabi wahabian..alias pengikut taglid yang sebenarnya tidak byk paham akidah wahabi namun kemudian malah apa yang ia utarakan..justru paham paham Ahlususnnah wal jama`ah…yang dia anggap itu ajaran wahabi.dan celakanya lagi ia ngotot mempertahankannya dgn mengatakan “ Inilah akidah wahabi yang benar.

Untuk memahami apa sebenarnya yang menjadi pokok persoalan antara ahlusunnah wal jam`ah dgn wahabi, berikut ini penulis mencoba menjelaskan sebagian dari permasalahan itu ;

1/ Persoalan : MAHA SUCI ALLAH DARIPADA SIFAT DUDUK atau BERSEMAYAM

Pendapat Aswaja : Menganggap atau mengatakan bahwa Allah duduk atau bersemayam di atas arasy atau di atas kursi Adalah suatu hal yang keliru karna yang demikian itu adalah sifat makhluk Allah bukan sipat Allah.
DALILNYA : Firman Allah Ta’ala: “Dia(Allah) tidak menyerupai sesuatu pun daripada makhlukNya,baik dari satu segi maupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya”(Asyura ayat:11)

Pendapat Wahabi : Wahabi menyamakan Allah dengan manusia dan juga binatang.Mereka berkata:“Allah duduk di atas kursi”
RUJUKANNYA : lihat Kitab mereka: Fathul Majid,Karangan Abdul Rahman bin Hasan bin Mohd bin Abdul wahab,m/s:356,Cetakan Darul Salam,Riyadh. (Arab saudi)

2/ Persoalan : MAHA SUCI ALLAH dan JISIM

Pendapat Aswaja : Allah Ta’ala tidak sama dengan makhlukNya, Dia tidak mempunyai anggota dan jisim sebagaimana Yang dimiliki oleh makhluk.
DALILNYA :. Firman Allah Ta’ala:_ ليس كمثله شى
Maksudnya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari satu segi maupun dari semua segi, dan tidakada sesuatu pun yang menyerupaiNya”.(Asyura ayat:11)

Pendapat Wahabi : Ibnu Baz berkata: “penafian jisim dan anggota bagi Allah adalah suatu yang dicela”
Rujukannya : lihat Kitabnya : Tanbihat Fi Rod Ala Man Taawwal Sifat,m/s: 19, karangan Ibnu Baz, terbitan :Riasah Ammah lilifta’Riyadh. (Arab saudi)

3/ Persoalan : MAHA SUCI ALLAH DARI TEMPAT

Pendapat Aswaja : Allah Ta’ala wujud tanpa tempat, karena Dia yang menjadikan tempat yang mempunyai batasan batasan,kadar tertentu dan bentuk sedangkan Allah tidak bisa disifatkan sedemikian.
Dalilnya : Sabda Nabi: “Allah wujud pada azal(adaNya tanpa permulaan),dan belum wujud sesuatu selainNya”H.R al-Bukhari,isnad sahih

Pendapat Wahabi : Ibnu Baz mengatakan bahwa zat Allah Ta’ala itu di atas arasy
salah satu rujukannya : Lihat Majalah Haji, Nomor 49, juzuk 11 tahun 1415 hijrah,m/s :73 -74 Makkah. (Arab saudi)
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

May 16, 2013 at 1:42 am

Dialog Al Albani Vs Al Buthi

leave a comment »

wahabi1Oleh: Hidayat ‘Jho
Dialog Syaikh Al-Buthi dan Syaikh Al-Albani
Assalamu’allaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Dewasa ini perkembangan ilmu hadits di dunia akademis mencapai fase yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan banyaknya kajian-kajian ilmu hadits dari kalangan ulama dan para pakar yang hampir menyentuh terhadap seluruh cabang ilmu hadits seperti kritik matan, kritik sanad, takhrij al-hadits dan lain sebagainya. Kitab-kitab hadits klasik yang selama ini terkubur dalam bentuk manuskrip dan tersimpan rapi di rak-rak perpustakaan dunia kini sudah cukup banyak mewarnai dunia penerbitan.
Namun sayang sekali, dibalik perkembangan ilmu hadits ini, ada pula kelompok-kelompok tertentu yang berupaya menghancurkan ilmu hadits dari dalam. Di antara kelompok tersebut, adalah kalangan Mereka yang Meremehkan Amalan Dari Hadits Dlo,ifdalam konteks fadhail al-a’mal, manaqib dan sejarah, yang dikomandani oleh Muhammad Nashiruddin al-Albani, tokoh Wahhabi dari Yordania, dan murid-muridnya. Baik murid-murid yang bertemu langsung dengan al-Albani, maupun murid-murid yang hanya membaca buku-bukunya seperti kebanyakan Wahhabi di Indonesia. dengan kata lain mereka Bergaya Ilmiyah Menfitnah Ilmuwan.
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

March 26, 2013 at 7:14 am