Media belajar Islam – Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Sunni Salafiyah

Aqidah golongan yang selamat – al Firqah an-Najiyah

Ziarah Kubur

leave a comment »

Secara umum, ziarah kubur itu dianjurkan untuk mengingat kematian dan sebagai pelajaran. Ziarah kubur orang-orang yang saleh itu juga dianjurkan demi mendapatkan berkah dan sebagai pelajaran. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam pernah melarang ziarah kubur, tetapi setelah itu kemudian beliau mengizinkannya.

Diriwayatkan oleh Ali r.a., dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Beliau bersabda:

Aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur, lapi sekarang berziarahlah! Sebab, hal ilu dapat mengingatkan kalian pada akhiral. Hanya saja, jangan kalian mengucapkan kata-kata yang keji (batil).” (HR. Ahmad dan Abu YaTa)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam pernah berziarah ke makam ibundanya. Belum pernah beliau terlihat menangis seperti pada hari itu. Waktu itu beliau bersabda:”Aku diizinkan berziarah, namun tidak diizinkan memohonkan ampunan bagi dosanya.” (HR. Muslim)

Ibnu Abi Mulaikah berkata, “Pada suatu hari Aisyah r.a. pulang dari kubur. Aku bertanya, ‘Dari mana Anda, wahai Ummul Mukminin?’ la menjawab, ‘Dari kubur saudaraku, Abdurrahman.’ Aku bertanya, ‘Bukankah Rasulullah melarang berziarah kubur?’ Ia menjawab, ‘Ya! Tapi kemudian beliau memerintahkannya.’” (HR. Ibnu Abi Dun-ya)

Akan tetapi hal ini tidak boleh dijadikan pegangan unlnk mengizinkan kaum wanita pergi ke kubur. Sebab, mereka biasa menyebutkan kata-kata keji di atas kuburan, sehingga kebaikan mereka berziarah kubur tidak bisa menolak keburukannya. Dalam perjalanan menuju kuburan pun mereka tidak bisa menghindar dari perbuatan membuka aurat dan memperlihatkan kecantikan. Dan ini dosa. Padahal ziarah kubur itu sendiri hukumnya sunnah. Jadi keduanya sangat timpang.

Memang tidak salah bagi seorang wanita keluar rumah dengan tetap berpakaian sopan, yang tidak mengundang tatapan mata laki-laki. Tetapi dengan syarat ia harus berdoa secukupnya saja. dan tidak boleh bicara panjang lebar di atas kuburan.

Abu Dzar berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Bersabda:
زر القبور تذكر بها الاخرة واغسل الموتى فإن معالجة جسد خاو موعظة بليغة وصلى على الجنائر لعل ذالك ان يحزنك فإن الحزين فى ضل الله

“Berziarahlah kubur, niscaya karenanya kamu akan ingat akhirat. Mandikanlah jenazah, karena dalam mengurus jasad yang sudah tak bernyawa itu terdapat pelajaran yang sangat berharga. Dan sembahyangkan jenazah, barangkali hal itu dapat membuat kamu merasa bersedih. Sebab, orang yang bersedih itu ada dalam naungan Allah.” (HR. Ibnu Abi Dun-ya)

Ibnu Abi Mulaikah berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam bersabda:”Ziarahilah kubur orang-orang yang mati di antara kalian dan ucapkan salam kepada mereka serta doakan mereka, karena pada mereka terdapat pelajaran bagi kalian.” (HR. Ibnu Abi Dun-ya)

Diriwayatkan dari Nifi’, sesungguhnya setiap kali melewati kubur seseorang, Abdullah bin Umar pasti berhenti dan mengucapkan salam kepadanya.

Ja’far bin Muhammad meriwayatkan dari ayahnya bahwa Fatimah putri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam biasa berziarah ke kubur paman Rasulullah, Hamzah, pada siang hari. Ia berdoa sambil menangis di dekatnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam bersabda:”Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jum’at, niscaya dosa-dosanya diampuni dan ia dicatat sebagai anak yang berbakti.” (HR. Ath-Thabrani)

Diriwayatkan oleh Ibnu Sirin, ia berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Bersabda:

“Seseorang yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya dalam keadaan durhaka kepada mereka, tetapi jika ia mau mendoakan mereka sepeninggal mereka, niscaya Allah akan mencatatnya termasuk anak-anak yang berbakti.” (HR. Ibnu Abi Dun-ya)

Nabi Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Bersabda:
من زار قبري فقد وجبت له شفاعتي

“Barangsiapa berziarah ke kuburku, ia berhak memperoleh syafa’atku.” (HR. Ad-Daruquthni dan al-Baihaqi)

Beliau juga bersabda:
من زار نى بالمدينة محتسبا كنت له شفيعا وشهيدا يوم القيامة

“Barangsiapa berziarah ke makamku di Madinah demi mengharap keridhaan Allah, aku akan memberinya syafaat dan menjadi saksi untuknya pada hari kiamat.” (HR. aI-Baihaqi)

Ka’ab al-Ahbar berkata, “Setiap hari pasti ada tujuh puluh ribu malaikat yang turun dari langit untuk mengelilingi makam Nabi Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Mereka mengepakkan sayapnya seraya mendoakan beliau. Dan ketika tiba waktu sore hari, mereka naik kembali ke langit dan digantikan oleh sejumlah malaikat yang melakukan hal yang sama. Sampai ketika bumi terbelah, beliau bangkit bersama rombongan tujuh puluh ribu malaikat yang menghormat kepada beliau.”

Ketika sedang berziarah kubur, seseorang dianjurkan berdiri membelakangi kiblat dengan wajah menghadap ke arah mayit. La tidak boleh mengusap-usap, menyentuh, atau mencium kubur, karena itu kebiasaan orang-orang Nashrani.

Kata Nafi’, “Lebih dari seratus kali aku melihat Ibnu Umar mendekati makam Rasul dan berkata, ‘Semoga keselamatan dilimpahkan kepada Rasulullah. Semoga keselamatan dilimpahkan kepada Abu Bakar. Dan semoga keselamatan dilimpahkan kepada ayahku.” Kemudian ia pergi.

Diriwayatkan oleh Abu Umamah, ia berkata, “Aku pernah melihat Anas bin Malik ziarah ke makam Nabi Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam la berdiri sambil mengangkat kedua tangannya, sehingga aku mengira ia akan shalat. Lalu ia mengucapkan salam kepada beliau, kemudian ia pergi.”

Aisyah r.a. berkata, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Bersabda:
مامن رجل يزور قبر اخيه ويجلس عنده الا استأنس به ورد عليه حتى يقوم

“Setiap orang yang berziarah ke kubur saudaranya dan duduk di dekatnya, niscaya hal itu akan menyenangkan saudaranya dan ia akan membalas mendoakannya sampai orang itu berdiri.” (HR. Ibnu Abi Dun-ya dan Ibnu Abdil-Barr)

Sulaiman bin Suhaini berkata, “Aku pernah bermimpi melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Aalihi Wa Shahbihi Wa Salam Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang mendatangi Anda dan mengucapkan salam kepada Anda. Apakah Anda mendengar salam mereka?’ Beliau menjawab, ‘Ya. Dan aku membalas salamnya.’”

Abu Hurairah berkata, “Apabila seseorang melewati kubur orang lain yang dikenalnya lalu ia mengucapkan salam kepadanya, maka orang lain itu akan menjawab salamnya dan mengenalnya. Dan jika ia melewati kubur orang lain yang tidak dikenalnya serta mengucapkan salam kepadanya, maka orang lain itu akan menjawab salamnya saja.”

Seorang dari keluarga besar Ashim al-Jahdari bercerita, “Aku bermimpi melihat Ashim dua tahun setelah ia meninggal. Aku bertanya kepadanya, ‘Bukankah Anda sudah meninggal?’ Ia menjawab. Benar!’

‘Lalu di mana Anda sekarang?’ kataku lagi.

Ia menjawab, ‘Demi Allah, aku berada di salah satu taman surga. Bersama beberapa temanku setiap malam Jum’at dan pagi harinya kami berkumpul di sekeliling Abu Bakar bin Abdullah al-Mazani. Kami menerima berita tentang kalian.’

Aku bertanya, ‘Jasad atau arwah-arwah kalian yang berkumpul?’

Ia berkata, ‘Jasad-jasad kami lelah rusak, tak mungkin bisa bertemu. Yang bertemu adalah arwah-arwah kami.’

‘Apakah Anda tahu kalau kami menziarahi Anda?’tanyaku kembali.

Ia menjawab, ‘Ya! Kami tahu itu setiap petang hari Jum’at, sepanjang hari Jum’at, dan hari Sabtu menjelang terbenamnya matahari.’

Aku bertanya lagi, ‘Kenapa tidak setiap hari?’

Ia menjawab, ‘Berkat keutamaan dan keagungan hari Jum’at.’”

Muhammad bin Wasi’ biasa berziarah pada hari Jum’at. Seorang temannya berkata, “Kenapa Anda tidak menundanya hari Senin?” Ia menjawab, “Aku dengar orang-orang yang sudah mati itu tahu orang-orang yang menziarahi mereka pada hari Jum’at, hari Kamis (malam), dan hari Sabtu.”

Adh-Dhahhak mengatakan, “Barangsiapa berziarah kubur sebelum terbit matahari pada hari Sabtu, si mayat yang diziarahi mengetahuinya.” Ada seorang bertanya, “Bagaimana bisa begitu?” Ad-Dhahhak menjawab, “Karena kedudukan hari Jum’at.”

Sumber : Dibalik Tabir Kematian – Al Imam Al Ghazali

Written by SunniAswaja

July 18, 2016 at 5:39 am

Posted in Ahlusunnah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: