Media belajar Islam – Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Sunni Salafiyah

Aqidah golongan yang selamat – al Firqah an-Najiyah

Kisah kedermawanan Sayyidina Ali dan Sayyidatina Fathimah

leave a comment »

Berikut kutipan tausiyah Ad Da`i ilalloh Al Habib Umar bin Hamid Al Jilaniy, Makkah, Saudi Arabia untuk dijadikan Ibrah bersama

Beliau menyampaikan kisah kedermawanan Sayyidina Ali Karamallahuwajhah dan Sayyidatina Fatimah Azzhra radhiyallahu`anhu yg berpuasa, saat itu menjelang berbuka puasa di hari pertama puasa nadzar itu, mereka hanya memiliki dua kerat roti kering. Saat akan berbuka, belum lagi disantapnya roti itu, datanglah seorang fakir miskin yang kelaparan dan meminta tolong keduanya. Maka roti itu diberikan seluruhnya, melihat keadaan si peminta-minta yang sangat membutuhkan uluran itu. Urunglah keduanya menyantap makanan berbuka.

Pada hari kedua, mereka punya sepotong roti yang dipersiapkan untuk disantap saat berbuka. Ketika tiba saat berbuka, lagi-lagi datang seseorang yang membutuhkan uluran tangan keduanya. Kali itu seorang anak yatim yang kurus meminta sesuap makanan, sehingga Sayyidina Ali dan Sayyidah Fathimah pun memberikannya. Keduanya pun berbuka hanya dengan air putih.

Demikian juga saat hari ketiga. Ketika waktu berbuka, datang seorang tawanan yang baru dibebaskan dan membutuhkan makanan dari keduanya. Mereka berdua pun akhirnya merelakan satu-satunya roti kering yang mereka persiapkan untuk berbuka.
Sebuah pelajaran yang amat mengharukan dari keluarga Rasulullah Muhammad SAW, yang penyantun dan penyabar. “Idza da’ahul miskinu ajabahu ijabatan mu`ajjalah (Jika orang miskin menyerunya, dijawabnya sesegera mungkin).” Demikian untaian kata Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam uraian Maulid Nabi karyanya, Simthud Durar.

Kisah Sayyidina Ali ini Allah Ta’ala abadikan dalam surah Al-Insan (76): 8-10, “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (adzab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.”

Pada lanjutan ayat surat Al Insan tersebut difirmankan oleh Allah SWT mengenai berbagai nikmat surga yg didalamnya terdapat pohon-pohon surga, bejana dari perak, pakaian dari sutera dan berbagai kenikmatan lainnya, NAMUN SAMA SEKALI TIDAK DISEBUTKAN TENTANG ADANYA BIDADARI yg kelak akan melayani Sayyidina Ali Karamallahuwajhah.

Sebagian ahli tafsir menjelaskan “Kenapa Allah SWT tidak menjelaskan nikmat bidadari untuk Sayyidina Ali dalam QS. Al Insan tersebut ???”, Para Ahli tafsir menjawab, “SEBAB ALLAH SWT MENJAGA PERASAAN SAYYIDATINA FATHIMAH AZZAHRA BARANGKALI IA TERSINGGUNG BILA SAYYIDINA ALI DIBERIKAN BIDADARI DI SURGA” Karena kita tahu sebagaimana yg disebutkan dalam Hadit Riwayat At Thabraniy ketika Ummu Salamah ra bertanya : ” Wahai Rasulullah Manakah yang lebih utama wanita sholehah Dunia atau Bidadari yang bermata jeli ?”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda : “Wanita-wanita Sholehah Dunia lebih utama dari bidadari bermata jeli ,seperti kelebihan tampak pada apa yang tidak tampak”

Seperti yg disebutkan dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Rasulullah, Maryam binti ‘Imran dan Asiyah binti Mazahi.”(H.R Ahmad)

Wallohu A`lam Bisshowab

Written by SunniAswaja

July 6, 2012 at 10:07 pm

Posted in Tausiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: