Media belajar Islam – Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Sunni Salafiyah

Aqidah golongan yang selamat – al Firqah an-Najiyah

Anjuran Memintakan Doa Orang Shaleh Kepada Allah Swt

leave a comment »

Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag.

📋  Anjuran Memintakan Doa Orang Shaleh Kepada Allah Swt

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

A. Hadits Nabi

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَتْ أُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ خَادِمُكَ أَنَسٌ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, bahwa ibuku pernah berkata kepada Rasulullah Saw, ‘Wahai Rasulullah, anakku ini Anas adalah pelayanmu, do’akanlah ia”. Maka beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah hartanya, perbanyaklah anak-anaknya dan berkahilah atas apa yang Engkau berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

September 23, 2016 at 1:25 am

Posted in Tausiah

Ribut Sholawat Nariyah

leave a comment »

Ribut Sholawat Nariyah dgn alasan kalau dgn Nabi Muhammad lepas dari kesulitan dan dapat Husnul Khotimah, artinya Syrik. Tauhidnya kotor. Menduakan Allah.
Nah kira2 kalau baca Syahadah tanpa Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah, benar tidak Syahadah anda? Benar tidak Islam anda? Benar tidak sholat anda? Bisa tidak anda meninggal dgn Husnul Khotimah tanpa mau baca Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah?

Allah dan para Malaikat saja bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kenapa ada orang yg alergi memuliakam Nàbi Muhammad.Iblis dilaknat Allah karna menolak sujud kepada Adam. Jangan sampai kita dilaknat Allah karena tak mau bersholawat. Tak memuliakan RasulNya.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
[QS. Al-Ahzab: Ayat 56]

Nabi adalah manusia yg diizinkan Allah memberi syafa’at pertolongan di akhirat:
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

September 23, 2016 at 1:20 am

Posted in Ahlusunnah, Fiqh

Tasawuf dan Ulama Sufi (Habib Rizieq)

leave a comment »

Dasar ajaran Tasawuf adalah selalu mengamalkan AlQuran dan Sunnah.

Written by SunniAswaja

July 25, 2016 at 8:10 am

Posted in Ahlusunnah

Siapa Mayoritas Ahlusunnah Wal Jamaah

with one comment

SIAPA AHLUSSUNNAH WAL-JAMA’AH?

WAHABI: Mengapa Anda tidak mengikuti aliran ajaran tauhid yang disebarkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi? Itu tauhid yang bagus dan sesuai dengan Ahlussunnah Wal-Jamaah.

SUNNI: Kami mengikuti tauhid yang diikuti oleh mayoritas umat Islam Asy’ariyah dan Maturidiyah. Kelompok mayoritas lah yang lebih layak menyandang nama Ahlussunnah Wal-Jamaah. Kelompok Anda minoritas.

WAHABI: Mana dalil Anda, bahwa Ahlussunnah Wal-Jamaah itu harus mayoritas?

SUNNI: Dalam sekian banyak hadits, umat Islam diwajibkan mengikuti golongan al-jama’ah. Kata al-jama’ah dalam hadits-hadits tersebut mengacu pada arti al-sawad al-a’zham (mayoritas umat Islam), dengan artian bahwa Ahlussunnah Wal-Jama’ah adalah aliran yang diikuti oleh mayoritas umat Islam. Pengertian ini, sesuai dengan dua hal.

Pertama; makna jama’ah secara kebahasaan, yaitu sekumpulan apa saja dan jumlahnya banyak (‘adadu kulli syay’in wa katsratuhu). (Lihat: Ibnu Manzhur, Lisan al-‘Arab, juz 8, hal. 53; dan al-Zabidi, Taj al-‘Arus min Jawahir al-Qamus, juz 1, hal. 5167.).

Kedua; hadits-hadits shahih mewajibkan umat Islam mengikuti golongan mayoritas. Hadits-hadits tersebut antara lain:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه يَقُولُ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: إِنَّ أُمَّتِيْ لاَ تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ اِخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ اْلأَعْظَمِ. (حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ بِطُرُقِهِ).

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.”
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 4:24 pm

Semakin Tinggi Ilmunya, Semakin Sedikit Menyalahkan Orang Lain

leave a comment »

~ Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 4:06 pm

Posted in Tausiah

Haul dan Ziarah Kubur

leave a comment »

H A U L & ZIARAH KUBUR
===================
Salah satu amaliah ASWAJA yang tidak luput dari sorotan sebagian kaum adalah kegiatan HAUL atau Ziarah Kubur ke makam orang –orang sholih yg diselenggarakan setiap tahunnya khususnya oleh Warga Nahdliyin .
.
Mensikapi hal tsb pada kesempatan kali ini saya akan mencoba utk sedikit mengulas nya dg harapan agar bisa meminimalisir syukur syukur bisa menghilangkan kesalah fahaman yg muncul atau sengaja dimunculkan oleh segolongan kaum terhadap kegiatan HAUL dan Ziarah Kubur
.
Kata “H A U L” berasal dari bahasa Arab yang berarti setahun.
Peringatan “H A U L” berarti peringatan setiap setahun sekali.
.
Khususnya di Indonesia kata “H A U L” ini sering diberi akhiran “AN” sehingga menjadi “HAULAN”.
.
Akhiran “AN” dalam bahasa Indonesia bisa berarti sesuatu yang dilakukan berulang – ulang, seprti dalam kata : Agustusan – Selamatan – Arisan – Mauludan – Yasinan – TAHLILAN – DLL.
.
Akhiran “AN” dlm bahasa Indonesia menunjukkan pengulangan atau sesuatu yang dilakukan berulang –ulang.
.
Dalam salah satu Hadits telah dijelaskan sebagai berikut:
.

كَانَ النَّبِيُّ يَأْتِي قُبُوْرَ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ رَأْسِ الْحَوْلِ فَيَقُوْلُ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ قَالَ وَكَانَ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ يَفْعَلُوْنَ ذَلِكَ (مصنف عبد الرزاق 6716 ودلائل النبوة للبيهقى 3 / 306)
“Diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim al-Taimi, ia berkata: Rasulullah Saw mendatangi kuburan Syuhada tiap awal tahun dan beliau bersabda: Salam damai bagi kalian dengan kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (al-Ra’d 24). Abu Bakar, Umar dan Utsman juga melakukan hal yang sama” (HR Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf No 6716 dan al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwah III/306)
(Derajat Hadits Shohih)
.
Dalam hadits tersebut telah dijelaskan bahwa Rosululloh saw setiap tahun mengunjungi makam para shohabatnya di Gunung Uhud..
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 4:01 pm

Posted in Ahlusunnah, Ibadah

Katakanlah dengan Bangga: *“Ana Wahabi Why Not?”*

leave a comment »

Dulu semasa hidupnya Gus Dur pernah bilang bahwa kaum Wahabi adalah kaum yang minder, dan itu ternyata benar adanya. Karenaminder, mereka sekarang tidak berani berdialog tentang hal-hal kontroversial yang dibuatnya sendiri secara terbuka yang ditonton oleh banyak orang. Kalau terpaksa nekad, mereka akan jadi bahan tertawaan di forum-forum diskusi atau debat karena seringnya mereka terjebak oleh katan-kata dan pernyataannya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dalam Debat Terbuka NU – Wahabi, anatara Wakil Wahabi Ustadz Muamal Hamdi berhadapan dengan anak-anak muda NU Jember. Sang Wakil Wahabi ketika itu membuat pernyataan yang sangat lucu khas Wahabi, yaitu dia bikin istilah “MUKMIN MUSYRIK”. Jelas ini ngawur tanpa landasan dalil apapun, baik dari Al Qur’an, Al Hadits, Al Atsar ataupun perkataan ulama. Akhirnya debat tersebut ditutup karena tidak layak dilanjutkan. Hal-hal jahil khas Wahabi ini juga bisa kita lihat dalam mudzakaroh antara Buya Yahya dengan seorang Profesor Wahabi di Cirebon. Profesor ini jugadi-KO oleh Buya Yahya ketika saling adu argumentasi persoalan Tawassul yang dianggap syirik oleh wahabi. Begitu juga ketika Buya Yahya meng-KO Ustadz Ahmad Thoharoh, ustadz Wahabi ini tidak berani lagi muncul untuk mudzakaroh sesi berikutnya di TV Cirebon.
Demikianlah terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu tentang KO-nya wakil-wakil Wahabi dalam ajang diskusi atau debat Terbuka. baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Hal ini semakin membuat mereka minder dalam pergaulan sesama muslim di dunia. *Mereka semakin tidak PEDE menyandang sebutan Wahabi*, sehingga mereka mengucilkan diri dalam kelompok-kelompok kecil dan menghindari pergaulan sesama muslim. Itulah kenyataannya, baik Di Indonesia, Malaysia, Australia, Afganistan, Pakistan, dll, bahkan di Arab saudi sendiri.
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

July 22, 2016 at 3:57 pm