Media belajar Islam – Ahlus Sunnah Wal Jamaah – Sunni Salafiyah

Aqidah golongan yang selamat – al Firqah an-Najiyah

Kenapa Harus Menghormati Guru

leave a comment »

Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar:
“Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menunduk badannya dan mencium tanganmu berbolak balik? Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?
Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama mahkluk? Tidakkah hanya Allah yang layak disembah? Tunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik.”

Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut.
Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.
Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya kebawah.

Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata:
“Jangan menunduk! Tidakkah merunduk kepada makhluk adalah bathil?”
“Tidak, aku hanya ingin mengambil penaku dibawah.”

Lantas Habib Umar berkata: “Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena.
Begitu juga dengan murid-muridku, mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku, tetapi ketahuilah wahai pemuda. Seorang pencari ilmu tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya.”

oleh  Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi

Advertisements

Written by SunniAswaja

March 19, 2017 at 6:57 am

Posted in Tausiah

MENJAWAB TUDUHAN WAHABI TENTANG KAFIR NYA ORANG TUA RASULULLAH saw.

leave a comment »

MENJAWAB TUDUHAN WAHABI TENTANG KAFIR NYA ORANG TUA RASULULLAH saw.

Berkata Imam Ibnu Hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:

لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
“Senantiasa dalam rahasia alam ini* engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan”

firman Allah SWT:

وتقلُّبَك فى السَّاجدين
“dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).

Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam.
Dan sabda Nabi Muhammad Saw:

لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات
(رواه ابو نعيم عن ابن عباس)

“Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih.”
(HR abu Naim dari Ibnu Abbas , kitab tafsir al-munir azzuhaily 19/239)

Imam Ja’far al-Shadiq pernah ditanya mengenai maksud kalimat ‘perpindahanmu di antara orang-orang yang sujud’ ? Beliau menjawab : ‘Diperhatikannya perpindahan nur Muhammad dari sulbi para nabi, hingga ia dikeluarkan melalui sulbi ayahnya dengan pernikahan yang tidak tercemar sedikitpun oleh kekotoran’.

Dalam kitab al-Ghuror karangan al-Imam Muhammad bin Ali bin alwi al-Khirrid diriwayatkan bahwa Nur Muhammad telah diciptakan dua ribu tahun sebelum diciptakannya nabi Adam, Kemudian Allah menciptakan Adam dan memindahkan nur itu ke dalam sulbi Adam, dari sulbi Adam berpindah ke sulbi Nuh, sulbi Ibrahim hingga akhirnya sampai ke sulbi Abdul Muthalib. Kemudian nur tersebut terbagi menjadi dua, dua pertiga bagian berada di sulbi Abdullah yang melahirkan Rasulullah, dan sepertiga bagian berada di sulbi Ali bin Abi Thalib. Dari Rasulullah, nur tersebut berpindah kepada Fathimah. Dari nur yang berada pada Ali bin Abi Thalib dan Siti Fathimah maka lahirlah al-Hasan dan al-Husein yang diciptakan dari nur Muhammad, nur Allah swt.

Dari Ibnu Fari, ia berkata : Sesungguhnya makhluq yang pertama diciptakan oleh Allah swt itu adalah nur Muhammad, sebagaimana hadits :

أَوَّلُ مَا خَلَقَ الله تَعَالَى نُوْرِي

“Sesungguhnya yang pertama dijadikan Allah swt ialah cahayaku”.

Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar mazhab Maliki pernah ditanya:

Bahwa ada orang yang mengatakan orang tua Nabi Saw di neraka. Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan; “Terlaknat orang yang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulullah, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina” ( Al-Ahzab 57).

Written by SunniAswaja

March 9, 2017 at 1:56 am

Ustad Wahabi Bilang Boleh Menggauli Budak Tanpa Nikah

leave a comment »

Ada seorang Ustad muda (ustad Wahabi – Khalid Basalamah) bilang bahwa boleh menggauli budak tanpa nikah (zinah) sebab Nabi pernah menggauli budak tanpa nikah di antaranya Mariya Qibtiyah dari Mesir. Ada di Al Qur’an. Ini hukum Allah, katanya.

Pengikutnya pun manut taqlid buta. Ustad ini dalam ilmunya. Mujahid Dakwah, katanya. Padahal ustad muda tsb justru membuat jelek Nabi Muhammad SAW. Membuat buruk citra Islam. Apa? Orang Islam boleh menggauli / memperkosa budaknya di luar nikah? Ada BUDAK SEKS dalam Islam? Islam jadi tertawaan. Orang2 kafir pun menyebar video ustad tsb. Bukan untuk Dakwah Islam. Tapi menghancurkan Islam.

Padahal jika kita mempelajari Al Qur”an secara menyeluruh tidak begitu. Apalagi jika paham ayat2 Nasikh dan Mansukh. Begitu pula dgn sejarah Nabi:

Ayat di bawah memerintahkan kita untuk menikahi budak dan memberi mas kawin. Akhlaq Nabi itu Al Qur’an. Jadi Nabi menikahi mereka, memerdekakan mereka, dan memberi mas kawin. Tidak ada BUDAK SEKS dalam Islam di mana kita bebas menzinahi / memperkosa budak kita:

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰـتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِ ؕ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ ؕ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ ؕ فَاِذَاۤ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَ تَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِ ؕ ذٰ لِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ ؕ وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ؕ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu NIKAHILAH mereka dengan izin tuannya dan BERILAH MEREKA MAS KAWIN yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina, dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 25)

Baca An Nisaa’ ini jangan berenti di ayat 3. Baca juga ayat 4 nya. Di situ ada perintah untuk menikahi mereka (termasuk budak). Perintah LA TAQROBU ZINA itu berlaku umum. Jangan ngeles oh saya tidak zinah, dia itu Budak Seks saya. Ini bikin malu Islam. Bikin orang jauh dari Islam.

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تُقْسِطُوْا فِى الْيَتٰمٰى فَانْكِحُوْا مَا طَابَ لَـكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۚ فَاِنْ خِفْتُمْ اَلَّا تَعْدِلُوْا فَوَاحِدَةً اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ؕ ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَلَّا تَعُوْلُوْا
“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 3)

Allah SWT berfirman:

وَاٰ تُوا النِّسَآءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ؕ فَاِنْ طِبْنَ لَـكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْٓـئًـا مَّرِیْٓـــٴًﺎ
“Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.”
(QS. An-Nisa’: Ayat 4)

Dalam nikah itu ada ijab qabul / serah terima. Nah Mariyah Al Qibtiyah ini resmi dihadiahkan oleh Raja Mesir Muqawqis kepada Nabi. Ini lambang persahabatan. Jika menolak, bisa pecah perang. Nah Nabi menerimanya. Memerdekakannya dan menikahinya. Rakyat kedua negara jadi saksi. Jadi bukan ada budak/TKW dikamar main zinahi saja padagal suami dan anak2 mereka menunggu di Indonesia.

Ayat di bawah memerintahkan kita untuk menikahkan para jomblo, baik yang merdeka mau pun budak. Jadi jangan mentang2 budak akhirnya bebas dizinahi. Zinah itu Haram. DOSA. Ini pengetahusn dasar.

Allah SWT berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَآئِكُمْ ؕ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur: Ayat 32)

Lihat ayat di bawah. Jangan karena mereka budak, kita paksa jadi pelacur termasuk melayani nafsu kita:

Allah SWT berfirman:

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ؕ وَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْـكِتٰبَ مِمَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا ۖ ۙ وَّاٰ تُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْۤ اٰتٰٮكُمْ ؕ وَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَآءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّـتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ؕ وَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (dirinya), sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.”
(QS. An-Nur: Ayat 33)

Dalil dalil Al Qur’an di atas jelas. Jangan cuma di kerongkongan. Tapi harus dipahami dan diamalkan. Tidak boleh kita membacs Al Qur’an sepotong2. Mengingkari ayat2 yg menjelasksn kita harus menikahi budak sebelum menggauli mereka. Apalagi mendekati zina saja sudah haram:

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ؕ وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’: Ayat 32)

Source:Agus Nizam

Written by SunniAswaja

March 9, 2017 at 1:49 am

Penjelasan Keimanan Bapak dan Ibu Nabi Muhammad SAW

leave a comment »

Penjelasan Keimanan Bapak dan Ibu Nabi Muhammad SAW

Written by SunniAswaja

March 7, 2017 at 6:42 am

Posted in Ahlusunnah

Penjelasan Ayah dan Ibu Nabi Muhammad SAW Masuk Surga

leave a comment »

Penjelasan Ayah dan Ibu Nabi Muhammad SAW Masuk Surga dari Habib Ali Zainal Abidin.

Written by SunniAswaja

March 7, 2017 at 6:38 am

Posted in Ahlusunnah, Aqidah

Anjuran Memintakan Doa Orang Shaleh Kepada Allah Swt

leave a comment »

Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag.

📋  Anjuran Memintakan Doa Orang Shaleh Kepada Allah Swt

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

A. Hadits Nabi

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَتْ أُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ خَادِمُكَ أَنَسٌ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ (رواه البخاري)

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, bahwa ibuku pernah berkata kepada Rasulullah Saw, ‘Wahai Rasulullah, anakku ini Anas adalah pelayanmu, do’akanlah ia”. Maka beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah hartanya, perbanyaklah anak-anaknya dan berkahilah atas apa yang Engkau berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

September 23, 2016 at 1:25 am

Posted in Tausiah

Ribut Sholawat Nariyah

leave a comment »

Ribut Sholawat Nariyah dgn alasan kalau dgn Nabi Muhammad lepas dari kesulitan dan dapat Husnul Khotimah, artinya Syrik. Tauhidnya kotor. Menduakan Allah.
Nah kira2 kalau baca Syahadah tanpa Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah, benar tidak Syahadah anda? Benar tidak Islam anda? Benar tidak sholat anda? Bisa tidak anda meninggal dgn Husnul Khotimah tanpa mau baca Asyhadu anna Muhammadar Rosulullah?

Allah dan para Malaikat saja bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kenapa ada orang yg alergi memuliakam Nàbi Muhammad.Iblis dilaknat Allah karna menolak sujud kepada Adam. Jangan sampai kita dilaknat Allah karena tak mau bersholawat. Tak memuliakan RasulNya.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
[QS. Al-Ahzab: Ayat 56]

Nabi adalah manusia yg diizinkan Allah memberi syafa’at pertolongan di akhirat:
Read the rest of this entry »

Written by SunniAswaja

September 23, 2016 at 1:20 am

Posted in Ahlusunnah, Fiqh